Desain warehous

 Nama: Tiarma tambunan

Kelas:  Si m2101

Npm:   21120023

 

                       Desain Warehaous

Desain data warehous

Untuk mendesain model Data Warehouse digunakan konsep dimensi bisnis yang merupakan dasar untuk mendefinisikan kebutuhan Data Warehouse. Dimensi bisnis ini merupakan pandangan manajer bisnis terhadap sistem yang berjalan sesuai dengan kebutuhan manajemen tingkat atas sebagai pengguna Data Warehouse [12]. Dimensi bisnis biasa digambarkan dengan kubus, dengan asumsi dimensi yang ada pada sebuah Data Warehouse umumnya mencapai 3 dimensi. Jika dimensi bisnis lebih dari 3 dimensi maka disebut bermacam dimensi yang menampilkan kubus multidimensi yang disebut juga hypercube.

Setiap hypercube yang terbentuk dari setiap laporan merupakan komponen rangkaian kecil yang jika dihubungkan dengan hypercube lainnya akan membentuk sebuah desain model Data Warehouse yang juga merupakan hypercube. Hypercube ini merupakan sebuah alat untuk menangkap kebutuhan user dan menggambarkan model dimensi bisnis atau struktur basis data Data Warehouse. Melihat dari laporan-laporan yang ada sebelumnya dimana setiap laporan mempunyai lebih dari 3 dimensi, maka dimensi bisnis ini akan digambarkan dengan kubus multidimensi yaitu hypercube. Dibandingkan dengan basis data transaksional umumnya maka Data Warehouse mempunyai struktur yang tidak normal. Ada 2 jenis tabel yang terdapat pada Data Warehouse yaitu :

 1) Tabel dimensional, berisi penjelasan detail dari setiap informasi yang didapatkan dari hasil analisa kebutuhan Sistem, sebuah field yang berlaku sebagai primary key akan terhubung ke tabel fakta dan berlaku sebagai foreign key pada tabel fakta.

2) Tabel fakta, berisi data rinci dan agregat yang merupakan kumpulan dari beberapa atribut yang bersifat sebagai Foreign Key sebagai penghubung ke tabel dimensional, dan atribut tambahan lainnya yang merupakan nilai data. Pada tabel ini primary key merupakan composite/compound key (Primary key yang merupakan gabungan dari beberapa foreign key).

Untuk membentuk Data Warehouse langkah pertama yang harus dilakukan adalah membentuk tabel dimensional. Ada 3 Pendekatan yang dipakai dalam pengembangan model dimensi [12], adapun tipe pendekatan tersebut adalah :

 1) Mengacu pada data, pengembangan model dimensi yang berorientasi ke sistem OLTP (Online Transcational Processing)

 2) Mengacu pada pengguna, pengembangan model dimensi yang berorientasi kepada kebutuhan pengguna yang dilakukan dengan menggunakan metode pengumpulan data seperti wawancara, brainstorming, JAD (Joint Application Development), dll.

 3) Mengacu pada tujuan, pengembangan model dimensi yang berorientasi kepada tujuan organisasi yang tercantum dalam visi dan misi perusahaan.

Pada tulisan ini pendekatan yang akan dipakai dalam pengembangan model dimensi adalah mengacu pada pengguna dengan pertimbangan sebagai berikut :

1) Memuaskan kebutuhan berbagai tingkat manajemen, terutama manajemen tingkat menengah sampai manajemen tingkat atas.

2) Mendapatkan kebutuhan laporan dan mendesain Data Warehouse yang memang dibutuhkan oleh manajemen.

  Untuk lebih memudahkan dan meningkatkan tingkat kerumitan data dan laporan-laporan yang dikelola, sebagai contoh akan digunakan 5 buah laporan-laporan yang sering digunakan atau dibutuhkan oleh manajemen tingkat atas perguruan tinggi. Adapun laporan-laporan tersebut adalah:

 1) Laporan Jumlah Mahasiswa Per Jenjang Program Studi Per Jenis Kelamin Per Angkatan.

 2) Laporan Jumlah Mahasiswa Aktif Per Semester Tahun Ajaran Per Jenjang Program Studi Per Jenis Kelamin Per Angkatan.

3) Laporan Jumlah Komposisi Indeks Prestasi Per Semester Tahun Ajaran Per Jenjang Program Studi Per Angkatan

 4) Laporan Jumlah Komposisi Grade Nilai Per Semester Tahun Ajaran Per Jenjang Program Studi Per Jenis Kelamin Per Angkatan 5) Laporan Pengajaran Dosen Per Semester Tahun Ajaran Gambar 2 dibawah ini merupakan class diagram model data logika dari database transaksional yang digunakan untuk menghasilkan ke-5 laporan diatas.

Berdasarkan hypercube gambar 3 maka akan terbentuk 1 tabel fakta dan 4 tabel Dimensi, namun untuk dimensi Jenis kelamin karena hanya berisi dengan 2 nilai yaitu Pria atau Wanita,maka kita tidak perlu membuat tabel dimensi untuk dimensi jenis kelamin ini. Hal ini juga sama dengan dimensi Angkatan, dimana dimensi Angkatan ini hanya berisi tahun masuk mahasiswa. Demikian juga dengan dimensi jenjang studi dimana dimensi jenjang studi ini hanya berisi kode 50 untuk jenjang studi strata satu dan kode 30 untuk jenjang studi diploma 3. Oleh karena itu akan terbentuk 1 tabel fakta dan 1 tabel dimensi, hal ini akan terlihat pada model data gambar 4

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Big Data